Profil Yayasan Islam Fathush Shiddiq

Profil
Pondok Pesantren Modern Al Fath adalah salah satu unit lembaga pendidikan berciri khas Islam dibawah naungan Yayasan Islam Fathush Shidiq yang diasuh oleh Abah Kyai Raden Zein Zanahar.
Pondok ini menggunakan sistem kurikulum salaf dan modern. Kurikulum salafnya berupa kajian Kitab Turats ( Kitab Kuning), Tahfid diterapkan melalui jadwal kegiatan pondok yang juga terintegrasi dalam kegiatan Program Unggulan di madrasah. Kurikulum modernnya yang salah satunya adalah program Bilingual Arabic English dan TIK diterapkan pada kegiatan extrakurikuler yang diadakan secara rutin setiap hari.
Tenaga Pengajar merupakan lulusan terbaik Pondok Pesantren dan Perguruan Tinggi S1 dan S2 dalam maupun luar negeri.

Sejarah
Sejarah Yayasan Islam Fathush Shidiq tidak lepas dari keberadaan Pondok Pesantren Ashiddiqiyah yang didirikan oleh Sayid KH. Raden Muhamad Shiddiq generasi ke 5 dari Sayid Husein Amongnegoro Bupati Pasuruan. Beliau mengawali dakwahnya pada tahun 1860 an dengan mendirikan masjid Jami’ di dukuh Prumpung Kabupaten Kebumen sebagai pusat penyebaran Agama Islam dan Aqidah Ahlussunah Wal Jamaah di wilayah Kebumen. Seirinng banyaknya santri yang berdatangan dibangunlah beberapa asrama santri dan terbentuklah Pondok Pesantren yang terkenal dengan Pondok Prumpung.
Sepeninggal beliau yang wafat pada tahun 1923, nama Masjid dan Pondok Pesantren Prumpung dirubah menjadi Masjid Jami’ Ashidiqiyah dan Pondok Pesantren Ashidiqiyah. Pondok Pesantren ini menggunakan sistem salaf murni sebagai acuan pembelajaran para santri. Sistem ini terus berlanjut hingga generasi ketiga beliau, KH. Aziz Chayatul Makki (cucu Sayid Muhamad Shidiq ) yang kemudian dikembangkan oleh putranya K. Raden Zein Zanahar.
Selanjutnya pada tahun 2020, K. Raden Zein Zanahar menerima amanah wakaf dari Alm. H. Trimo Susilo Handoko dan Ibu Hj. Tumini Susilo yang merupakan sahabat dekat KH. Khozaqi Syaifuddin Daldiri (mertua K. Raden Zein Zanahar, besan KH. Raden Aziz Khayatul Makki).
Menurut Ibu Hj. Tumini, menjelang wafat suami beliau Bapak H. Trimo Susilo Handoko menyerahkan sertifikat tanah atas nama pribadi sembari berpesan agar tanah tersebut diwakafkan dengan menghubungi KH. Khozaqi Syaifuddin Daldiri.
Dari sinilah kemudian sejarah Al Fath bermula, Ibu Hj Tumini menghubungi Umi Fatimah (putri KH. Khozaqi Syaifuddin Daldiri) dan menyampaikan pesan dari alm suaminya. Umi Fatimah memberikan pertimbangan dengan menunjukkan beberapa tokoh ulama yang dimungkinkan dapat menjadi nadhir wakaf tanah tersebut. Akan tetapi Ibu Hj. Tumini bersikukuh menyerahkan tanah dan bangunan tersebut kepada Umi Fatimah dan suaminya K. Raden Zein Zanahar, dengan tujuan mempererat silaturahim sehingga dimasa tua beliau dapat sering ke pondok untuk mengaji dan mendekatkan diri kepada Allah swt. Hingga pada akhirnya setelah bertemu beberapa kali diterimalah amanah tanah wakaf tersebut.
Setelah resmi ikrar wakaf di KUA Kecamatan Trucuk, K. Raden Zein Zanahar berinisiatif mengembangkan ide perintisan Pondok Pesantren yang menggunakan sistem kurikulum modifikasi salaf dan modern.
Untuk merealisasikan himmah tersebut, K. Raden Zein Zanahar dibantu istrinya Umi Fatimah kemudian mengawalinya dengan mendirikan MTs Plus Al Fath sebagai lembaga pendidikan formal dan resmi. Dalam rangka mencari calon Kepala Madrasah, Umi Fatimah berinisiatif sowan kepada Alm KH. Mukhlas Hasyim, MA. Kemudian Beliau KH.Mukhlas Hasyim merekomendasikan murid seniornya yang bernama Ustad Asep Syamsudin Habibullah, M.Pd untuk menjadi Kepala Madrasah pertama di MTs Plus Al Fath.
Ditahun kedua, Ustad Asep Syamsudin Habibullah, M.Pd mengundurkan diri dengan alasan ingin kembali mengabdi di PP. Al Hikmah yang jaraknya lebih dekat dari rumah asal supaya dapat lebih mudah berbakti kepada Ibunya. Selanjutnya Umi Fatimah menunjuk Ustad Badrus Salam, S.Ag, M.Pd untuk melanjutkan estafet kepemimpinan MTs Plus Al Fath hingga saat ini.


Visi
“TERWUJUDNYA GENERASI MUSLIM YANG BERTAQWA, CINTA ILMU DAN BERPERADABAN LUHUR”
Indikator Visi :
Lulusan yang beriman, bertaqwa, berakhlaqul karimah.
1. Lulusan yang memiliki dasar ilmu agama dan keagamaan (tafaqquh fiddin).
2. Lulusan yang berwawasan ilmu pengetahuan, teknologi lingkungan hidup, memiliki keahlian dan ketrampilan.
3. Lulusan yang memiliki ruhul jihad (semangat juang) dalam menegakkan kebenaran.
4. Lulusan yang berprestasi.
5. Lulusan yang siap hidup di era yang selalu berubah.

Misi :
1. Mengembangkan lembaga pendidikan formal dengan memadukan pendidikan bercirikan Islam sistem salaf dan modern
2. Memberikan bekal kemampuan dasar bagi lulusan untuk melanjutkan pendidikan jenjang lebih tinggi dan siap hidup bermasyarakat serta bersemangat dalam menjalani kehidupan yang senantiasa berubah dan penuh tantangan serta peduli lingkungan di era yang cepat berubah.
3. Menyiapkan anak didik yang mampu menginternalisasikan nilai-nilai Keislaman ala Ahlissunnah wal jamaah An-Nahdliyah dalam kehidupan sehari-hari, sehingga memiliki ruhul jihad (semangat juang) yang tinggi dalam menegakkan garis perjuangan Rosulullah SAW, para sahahat, ulama dan salafus sholeh.

Pendidikan
Adapun lembaga Pendidikan yang dikelola oleh Yayasan Islam Fathush Shidiq antara lain:
1. Pondok Pesantren Modern Al Fath
2. TPQ Al Fath
3. Madrasah Diniyah Al Fath
4. MTs Plus Al Fath
5. Bimbingan Belajar Al Fath
6. Majelis Rutin Manaqib Syekh Abdul Qadir alJilani Ahad Manis

Program Unggulan
1. Tahfid
2. Kitab Turats
3. TIK
4. Klub Bahasa
a. Bahasa Indonesia (Pidato, MC, Debat, Menulis, Cipta Baca Puisi, Monolog)
b. Bahasa Inggris (Speech, News Anchor, Story Telling)
c. Bahasa Arab (Muhadasah, Taqdimul Qisah, Pidato, Debat)

Ekstrakurikuler
1. Seni Hadroh
2. Seni Kaligrafi
3. Kepramukaan
4. Pengembangan Olahraga dan Pencak Silat
5. Tilawatil Qur’an

Fasilitas
1. Ruang Belajar : 14 ruang (Gedung berlantai 2)
2. Ruang Laboratorium Komputer : 1 ruang
3. Ruang Perpustakaan : 1 ruang
4. Ruang BP/BK : 1 ruang
5. Masjid : 1 ruang
6. Aula : 1 ruang
7. Kantor : 2 ruang
8. Kamar Mandi/WC : 20 ruang
9. Gudang : 1 ruang
10. Ruang Asrama Santri : 5 kamar (Gedung berlantai 3)
11. Koperasi : 1 ruang
12. Puskestren : 1 ruang
13. Jemuran
14. Dapur : 1 ruang